17 Agustus 2008
BATU - Staf ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Thamrin B Bachri meminta kepada Pemkot Batu untuk serius dalam menciptakan Sapta Pesona di Kota Batu. Ini diperlukan agar Kota Batu sebagai ikon pariwisata Jawa Timur berkembang cepat. Salah satunya, anggaran untuk pengembangan pariwisata di Kota Batu harus diperbesar. "Tidak hanya Batu, kami juga akan mengusulkan ke pemerintah pusat," ujar Thamrin B Bachri, ketika dikonfirmasi seusai pencanangan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Desa Sidomulyo, Batu, kemarin.
Pentingnya Sapta Pesona, lanjut Thamrin, agar masyarakat di Kota Batu sadar wisata. Karena kesuksesan sebuah daerah yang mengembangkan pariwisata di Batu adalah masyarakatnya harus ikut memiliki. Artinya daerah wisata yang maju tidak terlepas dari peranan masyarakat. Seperti yang ada di Bali, masyarakatnya peduli terhadap kebersihan lingkungan, tertib dan melestarikan budaya lokal. Realitas ini menempatkan Bali sebagai penyumbang terbesar kemajuan pariwisata nasional sebesar 30 persen. "Nah, kami berharap Batu nantinya bisa seperti Bali. Apalagi masyarakat sudah menilai Batu sebagai ikon pariwisata Jawa Timur," terangnya.
Tidak hanya itu, kekurangan di Batu, kata Thamrin, di kota dingin ini belum memiliki wisata malam. Hal ini membuat wisata di Kota Batu berjalan lamban. Untuk itu, pihaknya menyambut positif upaya Pemkot Batu untuk menciptakan Batu Night Spectacular (BNS) yang ada di Desa Oro-Oro Ombo. Bagi masyarakat, wisata malam belum tentu berdampak negatif, tergantung konsepnya. "Jika ada wisata malam, kami yakin Batu akan menjadi kota alternatif wisata setelah Bali. Karena jaraknya sangat dekat," tegasnya.
Mendapatkan kritikan itu, Wakil Wali Kota Batu Achmad Budiono merespons positif kritikan Thamrin. Pemkot sendiri akan berupaya untuk meningkatkan anggaran guna menciptakan masyarakat Batu yang sadar wisata. Sebab tidak bisa dipungkiri, penyumbang terbesar PAD tidak terlepas dari retribusi sektor wisata. Mulai retribusi hotel, restoran, dan tempat-tempat wisata. "Intinya, anggaran pengembangan pariwisata tiap tahun akan ditingkatkan," tutur Budiono. |